Analysis of Differences in Financial Performance Before and after the Implementation of the National Health Guarantee
(Case Study at Al Islam Hospital Bandung)
DOI:
https://doi.org/10.56457/tjm.v1i1.36Keywords:
Financial Performance, National Health GuaranteeAbstract
This research study aimed to analyze the financial performance of Al Islam Bandung Hospital before and after the implementation of the National Health Insurance (JKN) and identify the factors influencing its performance. The study focused on various financial ratios, including profitability, liquidity, and activity ratios. The findings revealed significant differences in several ratios, such as Return on Investment, Cash Ratio, Inventory Turnover, Receivable Turnover Period, and Total Asset Turnover, indicating a decrease in performance after the implementation of JKN. The factors affecting the financial performance of Al Islam Bandung Hospital were categorized into internal factors, competitor factors, BPJS Health factors, government policy factors, and pandemic factors. Internal factors, such as cash availability, logistics management efficiency, expense management, and asset growth, played a crucial role in sustaining the hospital's financial operations during the initial phase of JKN implementation. The increased involvement of competitor hospitals in the JKN program impacted patient visits to Al Islam Hospital, reducing its financial performance. BPJS Health factors, including tiered referral policies and payment delays, influenced the hospital's patient flow and financial stability. Government policies related to JKN implementation provided a wider scope of services but lacked regular tariff adjustments, leading to increased operational costs. Additionally, the COVID-19 pandemic further affected Al Islam Bandung Hospital's financial performance by reducing patient visits while increasing the need for additional resources to handle COVID-19 cases. In conclusion, the study highlights the changes in financial performance of Al Islam Bandung Hospital after the implementation of JKN and identifies factors such as patient numbers, payment periods, policy adjustments, and expense management as key contributors to these changes. Understanding these factors can help healthcare institutions adapt and improve their financial performance within the context of national health insurance schemes.
References
Anggara Pernando, (2015). BPJS Kesehatan : Agar Rumah Sakit Swasta Tak Ragu Bergabung. Finansial Bisnis.Com. https://finansial.bisnis.com/read/20150924/215/475617/bpjs-kesehatan-agar-rumah-sakit-swasta-tak-ragu-bergabung (diakses pada tanggal 19 Juni 2020).
Astuti, Jubaedah dan Mulyantini, (2021). Analisis Kinerja Keuangan Di Sarana Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Terhadap Pengaruh Keterlambatan Pembayaran BPJS. Jurnal Salam Vol 8. No.6. Halaman 1943-1957.
Arifin, Zaenal, (2006). Teori Keuangan dan Pasar Modal. Edisi 1. Ekonosia, Yogyakarta.
Brealey, Richard, Stewart Myers dan Franklin Allen, (2011). Principles of Corporate Finance, 8thedition. McGraw-Hill. Philippines
Brigham dan Houston, (2007). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi Sepuluh. Alih Bahasa; Ali Akbar Yulianto. Salemba Empat. Jakarta
Darsono dan Ashari, (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Edisi Ketiga. Salemba Empat. Jakarta.
Fahmi, (2012). Analisis Kinerja Keuangan, Panduan bagi Akademisi, Manajer, dan Investor untuk Menilai dan Menganalisis Bisnis dari Aspek Keuangan. Edisi Pertama. Alfabeta. Bandung.
Hanafi dan Halim, (2007). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN. Yogyakarta.
Happy, Anastasia, (2018). The Implementation of INA-CBGs System Impact on Financial Performance of Public Hospital, the Indonesia Case: A Systematic Review. Jurnal Knowledge E Vol.2018, Halaman 1-15.
Harahap dan Syafri Sofyan, (2009). Akuntansi Aktiva Tetap. Edisi Ketiga. Raja Grafindo. Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, (2015). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.
Irwandy dan Sjaaf, (2018). Dampak Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Efisiensi Rumah Sakit: Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan . Jurnal MKMI Vol.14. No.4, Halaman 360-366.
Jumingan, (2006). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kedua. Bumi Aksara. Jakarta.
Kasmir, (2012). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Keown, Artur J., David F. Scott Jr., John D. Martin and J. William Petty, (2005). Dasar- dasar Manajemen Keuangan. Salemba Empat, Jakarta.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 209/ MENKES/ SK/ I/ 2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Badan Layanan Umum Rumah Sakit. Berita Negara Republik Indonesia Nomor 209 Tahun 2011.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan . Berita Negara Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013.
Lesmana dan Mardawiyah, (2019). Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Rumah Sakit Sebelum dan Sesudah Implementasi Program BPJS Kesehatan dalam periode 2011-2016. International Journal of Business, Economics and Law. Vol.20. No.1. Halaman 34-41
Mehulika Sitepu, (2017). Kasus Bayi Debora: Mengapa Banyak Rumah Sakit Swasta Tak Masuk BPJS?. BBC Indonesia. Tersedia pada https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41219348. (diakses pada tanggal 19 Juni 2020).
Munawir, (2012). Analisa Laporan Keuangan. Edisi Kelima. Liberty, Yogyakarta.
Nurwahyuni dan Setiawan, (2019). Kinerja Rumah Sakit Swasta dengan Pembayaran INA-CBGs di Era Jaminan Kesehatan Nasional: Casemix, Casemix Index, Hospital Base Rate. Jurnal Ekonomi Kesehatan Vol 4. No.2., Halaman 6-12.
Oktaviano dan Tambunan, (2018). The Effect Of Hospital X’s Participation In BPJS Program On Its Service Quality And Financial Performance. Jurnal ICOEN Vol.3. Halaman 42-50.
Pradibta dan Yaya, (2018). Analisis Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Berdasarkan Balanced Scorecard Setelah Penerapan Asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia, Vol 2. No.1., Halaman 11-25.
Prastowo Dwi dan Julianty Rifka, (2002). Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Edisi Kedua. UPP UMK YKPN, Yogyakarta.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional. Berita Negara Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Sistem Indonesian Case Base Groups (INA - CBGs). Berita Negara Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014.
Ratnasari, Evi. (2017). Pengaruh BPJS Kesehatan Terhadap Kinerja Keuangan dan Harga Saham Perusahaan Asuransi, Farmasi dan Rumah Sakit Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tesis, Universitas Paramadina, Jakarta.
Riyanto, Bambang, (2010). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi keempat. BPFE Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Saputra, Al Junid dan Nur, (2020). The Impact of Casemix Reimbursement on Hospital Revenue in Indonesia. Jurnal Sains Kesihatan Malaysia Vol.18, No.2, Halaman 1-8.
Susanti dan Murnita, (2017). Analisis Kinerja Keuangan Pada Rumah Sakit Ibu Dan Anak Tahun Anggaran 2013-2015 Di Kota Banda Aceh. Jurnal Akuntansi Muhammadiyah Vol 8.No.1, Halaman 62-68.
Wijayani, Rani Wahyu. (2018). Dampak Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol. 07, No. 03, Halaman 23-28.
Rahardjo, Mudjia, (2018). Antara Konsep, Proposisi, Teori, Variabel dan Hipotesis Dalam Penelitian. Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang. Edisi 1. Malang
Rahayu, (2018). Pengaruh Implementasi Kebijakan Tarif Indonesia Case Base Groups (Ina - CBGs) Sebagai Pola Pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Terhadap Liquidity Ratio Dan Activity Ratio (Pada RSUP. Dr. Hasan Sadikin Tahun 2008 - 2014), Tesis, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Widyatama, Bandung.
Randi Awara, (2017). Implementasi Badan.


